
KETAPANG, MENITNEWS.ID – Partai Gerindra melalui DPR RI Fraksi Gerindra menyalurkan 2.000 paket bantuan berupa bahan makanan, masker, dan obat-obatan untuk masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Minggu (18/10/2026).
Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat I dari Fraksi Gerindra, Yuliansyah, mengatakan bantuan tersebut disalurkan melalui 20 titik di Kabupaten Ketapang sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana asap dan karhutla.
Selain penyaluran bantuan kepada masyarakat, DPR RI Fraksi Gerindra juga menyerahkan bantuan untuk penanganan karhutla kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang. Bantuan tersebut terdiri dari:
- Masker sebanyak 10.000 pcs.
- Vitamin sebanyak 5.000 tablet untuk orang dewasa dan juga dapat digunakan oleh ibu hamil.
- Kacamata pelindung (goggles) sebanyak 50 pcs.
- Vitamin Biolisin untuk anak-anak sebanyak 92 botol.
“Kita menyerahkan bantuan sembako dan juga obat. Ini adalah kepedulian dan perhatian kita dari Partai Gerindra untuk Kabupaten Ketapang. Semoga cuaca segera normal dan semoga aktivitas kita bisa pulih kembali. Saya juga menyampaikan salam dari Bapak Prabowo untuk masyarakat Ketapang,” ujar Yuliansyah.
Sementara itu, Bupati Ketapang yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan bahwa bantuan tersebut menjangkau masyarakat di 20 titik dengan total 2.000 paket.
“Penyerahan bantuan bahan makanan dan masker dengan jumlah pembagian 20 titik di Kabupaten Ketapang dengan total 2.000 paket. Penyerahan bantuan dari DPR RI Fraksi Gerindra terhadap bencana asap dan karhutla yang ada di Ketapang,” ujar Alexander Wilyo.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu upaya membantu masyarakat yang terdampak, sembari berharap kondisi cuaca dan lingkungan segera membaik sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.(*)
