
BANTU PADAMKAN : Selain menyerahkan bantuan nutrisi, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo juga ikut membantu petugas memadamkan api di Nanga Tayap, Selasa (15/9) kemarin.
KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, kembali memberikan dukungan secara langsung kepada para relawan yang sedang melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ketapang.
Usai melakukan kunjungan ke Kecamatan Nanga Tayap, bupati meninjau sekaligus membantu para petugas pemadam yang sedang memadamkan api di Desa Lembah Hijau 1, Kecamatan Nanga Tayap, Selasa (15/9).
“Saya ikut memadamkan api di lahan bergambut dalam yang menjadi salah satu tantangan utama penanganan Karhutla, sekaligus memberikan bantuan suplemen nutrisi dan kesehatan bagi petugas karhutla, Manggala Agni, Relawan Peduli Api, dan personel perusahaan yang terlibat dalam penanganan di lapangan,” kata Alex.
Kondisi di lokasi cukup berat karena kebakaran terjadi pada lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 10 meter. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah sehingga penanganannya membutuhkan waktu, air, tenaga, dan kewaspadaan yang tinggi.
Kondisi tersebut juga berdampak pada tanaman sawit. Akar yang terbakar dari bawah menyebabkan daya topang pohon melemah, sehingga pohon sawit dapat tumbang dengan sendirinya meskipun bagian atasnya masih terlihat berdiri.
Menurut bupati, untuk melokalisasi arah rambatan api, dilakukan penyekatan (firebreak) pada jalur-jalur kritis guna memutus mata rantai penjalaran api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.
Dukungan armada dan personel terus diperkuat untuk menjaga kestabilan pasokan air dalam proses pembasahan serta melakukan cooling down pada area yang telah berhasil dipadamkan.
Pada lahan gambut, penanganan tidak cukup hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memastikan titik-titik panas di bawah permukaan dapat dikendalikan.
“Penyatuan sumber daya antar perusahaan secara terpadu serta koordinasi yang erat di lapangan menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian karhutla. Dengan dukungan bersama, sekat pertahanan pada titik-titik kritis dapat berfungsi optimal sehingga laju api dapat dihalau secara efektif,” ungkapnya.
Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan dan evaluasi harian di posko taktis. Perubahan arah angin, kondisi sekat bakar, dan perkembangan titik api harus terus dipantau agar setiap perubahan situasi dapat segera direspons.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian terhadap petugas yang bekerja di lapangan juga tidak boleh diabaikan. Dukungan nutrisi dan kesehatan diperlukan agar mereka tetap memiliki stamina dalam menjalankan tugas penanganan karhutla.
“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama, ketekunan, dan kewaspadaan. Api yang tampak kecil di permukaan bisa saja masih menyala dan terus merambat di bawah gambut, sehingga setiap titik harus dipastikan benar-benar terkendali,” pungkas Alex. (*)
