
TINJAU BANJIR : Sekda Ketapang, Alexander Wilyo, dan Dandim 1203 Ketapang, Letkol Inf. Alim Mustofa, meninjau kondisi banjir di Simpang Hulu, Senin (10/10). Banjir di Ketapang meluas ke 11 kecamatan.
KETAPANG, MENITNEWS.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Ketapang, Alexander Wilyo, bersama dengan Dandim 1203 Ketapang, Letkol Inf. Alim Mustofa, terjun melihat langsung kondisi banjir di Kecamatan Simpang Hulu, Senin (10/10). Sekda juga telah melayangkan surat imbauan kepada seluruh pimpinan perusahaan yang berinvestasi di Ketapang untuk membantu korban banjir.
Alex mengatakan, Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui instansi terkait serta bersama Forkimpimda bersama-sama melakukan langkah-langkah dalam penanganan bencana banjir. “Melalui para camat, koramil dan polsek, langkah-langkah penanganan sudah dilakukan. Dari BPBD dan pihak lainnya terus bergerak. Kita berharap banjir ini segera surut,” katanya.
Selain telah mengimbau agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bahu membahu mengumpulkan bantuan, pemkab sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada seluruh pimpinan perusahaan yang berinvestasi di Ketapang.
“Suratnya sudah kita sampaikan kepada perusahaan-perusahaan di Ketapang. Kita mengajak agar seluruh pimpinan perusahaan bersama-sama memberikan bantuan berupa sembako yang diutamakan mie instan, ikan kaleng dan kebutuhan lainnya,” jelas Alex.
Alex menambahkan, bantuan tersebut bisa disalurkan kepada korban banjir melalui posko bantuan banjir kecamatan dan posko bantuan banjir di BPBD Ketapang. “Bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat dan membantu masyarakat terdampak, apalagi sampai saat terdata 11 kecamatan yang terkena banjir yang menyebabkan kerugian material,” ungkapnya.
Selain itu, dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas di lapangan, baik personil BPBD, polsek, koramil serta pihak desa hingga kecamatan yang bersama-sama melakukan penanganan bencana banjir ini. “Nanti saya juga akan ke lokasi banjir di kecamatan lainnya untuk turun langsung melihat kondisi di lapangan,” papar Alex.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Ketapang, Suryadi, mengatakan kalau sampai saat ini tercatat 11 Kecamatan dengan 35 Desa yang dilanda banjir. “Yang paling parah yaitu Kecamatan Jelai Hulu dan Tumbang Titi,” katanya.
Dia melanjutkan, pihaknya terus menyalurkan distribusi logistik sembako yang didapat dari anggaran pemerinyah, bantuan OPD, masyarakat dan organisasi politik. “Yang sudah sampai bantuan ini Kecamatan Tumbang Titi beras sebanyak 5,5 ton, mie instan 142 dus. Di Jelai Hulu beras sebanyak 4,3 ton dan mie instan 133 dus. Untuk kecamatan lain masih berproses dan berjalan kita begerak terus,” jelasnya.
Dia menambahkan, selain kendaraan operasional terbatas kendala lainnya akses jalan yang sulit ditempuh akibat terendam banjir. “Untuk kendaraan kita dibantu oleh OPD-OPD, hanya tinggal akses jalan yang sulit, tapi kita terus bergerak untuk menyalurkan bantuan,” paparnya. (*)
