
MAULID NABI : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes Hidayaturrahman Ketapang, Minggu (6/9).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Hidayaturrahman Ketapang, Minggu (6/9).
Alex mengatakan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk meneladani akhlak, keikhlasan, dan kebaikan Nabi Muhammad dalam kehidupan bermasyarakat.
Dia mengajak seluruh masyarakat Ketapang untuk bersama-sama mendoakan agar daerah ini segera terbebas dari kondisi kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Semoga situasi sulit ini segera berlalu. Kita sudah berupaya semaksimal mungkin, namun pada akhirnya kita memohon pertolongan dan kekuasaan Allah SWT, termasuk dengan turunnya hujan,” ungkap Alex.
Terkait penanganan karhutla, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Ketapang terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta seluruh unsur terkait untuk memperkuat upaya pemadaman. Bantuan tambahan berupa helikopter dan intensifikasi operasi water bombing juga terus diupayakan.
Dia menegaskan bahwa penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta bersama-sama menjaga Ketapang sebagai rumah bersama.
“Ketapang adalah rumah besar kita semua. Mari kita bersama-sama menjaga, merawat, dan membangun Ketapang untuk kehidupan serta masa depan anak cucu kita,” pesannya.
Melalui momentum perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, seluruh masyarakat Ketapang semakin memperkuat persaudaraan, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Semoga Tuhan yang Maha Esa senantiasa memberikan keberkahan, keselamatan, keamanan, kedamaian, kemajuan, dan kesejahteraan bagi kita semua, keluarga kita, serta seluruh masyarakat Ketapang,” harapnya.
Acara tersebut menghadirkan KH. Muhammad Hilmy Asidiqy Al-Aroki sebagai penceramah. Dia merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus seorang murid almarhum KH. Hasyim Muzadi.
Dalam tausiyahnya, KH. Muhammad Hilmy Asidiqy Al-Aroki mengajak umat untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Keteladanan Nabi dinilai tidak hanya relevan dalam kehidupan pribadi, tetapi juga penting diterapkan dalam membangun hubungan sosial di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang.
Dia turut menyampaikan tiga pesan utama yang pernah disampaikan KH. Hasyim Muzadi berkaitan dengan upaya menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Pertama, berkaitan dengan pentingnya membangun sikap toleransi yang berlandaskan nilai spiritual atau khasyatullah. Nilai tersebut diharapkan menjadi landasan agar masyarakat mampu menghormati perbedaan sekaligus menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.
Kedua, memperkuat kerukunan melalui tiga bentuk ukhuwah, yakni ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Nilai tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga hubungan antara sesama umat Islam, sesama warga negara, serta sesama manusia.
Pesan ketiga adalah menolak segala bentuk radikalisme dan mengedepankan dialog sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*)
