Tinjau Karhutla, Bupati Duduk dan Makan Bersama Relawan

teks foto
TINJAU : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan Kapolres Ketapang, AKBP M. Harris, meninjau Karhutla di Sungai Pelang, Kamis (3/9).

KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, kembali meninjau lokasi kebakaran lahan di kawasan Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selasatan, Kamis (3/9).

Tak hanya meninjau, bupati yang didampingi Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, Kepala BPBD Ketapang, Yunifar Purwantoro, ikut melakukan pemadaman api.

Usai memadamkan api, bupati duduk bersama relawan menikmati makan nasi bungkus di lokasi Karhutla. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dan motivasi bagi para relawan pemadam bahwa mereka tidak berjuang sendiri menghadapi musibah ini.

Alex mengatakan, makan bersama itu berlangsung spontan. Baginya, momen tersebut merupakan bentuk kebersamaan dengan petugas yang bekerja dalam kondisi berat.

“Itu spontan saja. Saya di lapangan bersama petugas yang sedang berjibaku memadamkan Karhutla. Mereka bekerja dari pagi, panas, asap, bahkan dalam kondisi yang tidak mudah,” kata Alex.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam situasi Karhutla tidak cukup hanya melalui laporan dan rapat. Pemimpin perlu melihat langsung kondisi di lapangan. Termasuk merasakan suasana yang dihadapi petugas dan masyarakat.

“Saya ingin menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya datang ketika rapat atau memberikan instruksi dari kantor. Dalam kondisi seperti ini, kita harus hadir bersama masyarakat dan petugas di lapangan,” ujarnya.

Alex juga memberikan penghargaan kepada petugas yang berada di garis depan penanganan Karhutla. Mereka bekerja di tengah panas, asap dan medan yang sulit. Risiko keselamatan juga menjadi bagian dari pekerjaan mereka saat berhadapan dengan api.

“Bagi saya, petugas yang berada di garis depan ini harus kita hargai. Mereka mempertaruhkan tenaga, kesehatan, bahkan keselamatan untuk mengendalikan api,” ungkapnya.

Dia menilai, makan bersama menjadi bentuk sederhana untuk menunjukkan bahwa pemerintah berdiri bersama petugas dalam menghadapi situasi tersebut.

“Kalau mereka makan nasi bungkus di lokasi, saya juga tidak perlu makan di tempat yang berbeda. Kita sedang menghadapi situasi darurat, jadi yang dibutuhkan adalah kebersamaan dan kerja nyata,” ujarnya.

Bupati menegaskan, penanganan Karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan kerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, pemerintah desa dan masyarakat.

“Yang paling penting sekarang bukan soal siapa yang terlihat, tetapi bagaimana api bisa kita kendalikan dan masyarakat bisa terlindungi,” tegasnya.

Dia memastikan akan terus turun melihat kondisi di lapangan dan tidak hanya mengandalkan laporan. “Saya tidak ingin hanya menjadi bupati yang menerima laporan tentang kebakaran. Kalau petugas turun ke lapangan, saya juga harus turun,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Leave a Comment