
IKUT HADIR : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa di Keraton Matan, Sabtu (22/8).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Sekitar 500 orang melaksanakan salat Istisqa di halaman Keraton Matan, Kecamatan Benua Kayong, Sabtu (22/8). Salat ini merupakan ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan di Ketapang.
Salat Istisqa yang digelar Dewan Mangku Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (DM Ikkramat) tersebut dihadiri Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ikkramat yang telah menyelenggarakan Salat Istisqa dengan penuh khidmat,” kata Alex.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi daerah.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini sebagai ikhtiar batin menghadapi musim kemarau, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarumat dan antargolongan,” ujarnya.
Alex menegaskan, kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmennya sebagai kepala daerah untuk mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga, rawat, dan doakan bersama agar senantiasa diberkahi air hujan, ketenteraman, dan kesejahteraan,” ajaknya.
Dia berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut mendapat rida Tuhan Yang Maha Kuasa serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Ketapang.
“Semoga doa dan ikhtiar kita semua dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Ketapang,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DM Ikkramat, Uti Royden Top, mengatakan Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan hujan belum kunjung turun di wilayah Ketapang.
Dia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk sumbangsih Ikkramat kepada pemerintah daerah dan masyarakat Ketapang dalam menghadapi kondisi kemarau melalui ikhtiar batin.
“Kita berharap doa dan ikhtiar bersama ini diijabah Allah SWT. Semoga Ketapang dihindarkan dari segala bencana dan segera diberikan hujan yang berkah serta bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup,” ujarnya.
Uti Royden juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Ketapang yang menyempatkan diri melihat langsung pelaksanaan Salat Istisqa. Kehadirannya menunjukkan hubungan yang baik antara ulama dan umara dalam membangun Ketapang secara bersama-sama.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Ketapang. Beliau sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga besar Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura. Kehadiran beliau juga menunjukkan bahwa ulama dan umara dapat berjalan seiringan dengan baik,” pungkasnya. (*)
