Bupati Hadiri Ritual Menjangkap Buah di Desa Penyarang

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo mencicipi buah hasil panen masyarakat.

KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri ritual adat Menjangkap Buah di Desa Penyarang, Kecamatan Jelai Hulu, Sabtu (4/7). Ritual ini merupakan salah satu tradisi adat dan budaya lokal yang sangat erat kaitannya dengan musim buah-buahan.

Dalam tradisi masyarakat Dayak di wilayah Ketapang, istilah Menjangkap atau Jangkap merujuk pada kegiatan menjaga, menanti, atau memanen buah secara bersama-sama di kebun durian atau hutan buah (tembawang) milik keluarga atau komunal.

Ada beberapa esensi utama dari tradisi Menjangkap Buah. Pertama, menjaga kebun saat musim buah tiba, terutama buah durian, pekawai, kerantungan, dan buah lokal lainnya.

Warga desa atau pemilik tembawang akan tinggal sementara di pondok hutan. Tugas utamanya adalah menunggu buah matang jatuh secara alami, terutama pada malam hari, sekaligus menjaga dari gangguan hewan liar.

Kedua, nilai kebersamaan dan kekeluargaan. Tradisi ini bukan sekadar urusan ekonomi atau memanen hasil bumi, melainkan momen berkumpulnya keluarga besar. Anggota keluarga yang merantau atau tinggal di pusat desa sering kali pulang ke tembawang untuk saling mempererat tali silaturahmi, bercerita di pondok, dan menikmati hasil panen bersama.

Ketiga, hukum adat dan kelestarian alam di Desa Penyarang dan sekitarnya. Pengelolaan tembawang diatur oleh aturan adat yang dihormati secara turun-temurun. Tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk hanya mengambil buah yang sudah jatuh alami dan tidak memetik paksa atau menebang pohon. Menghormati batas-batas kepemilikan pohon buah antar-keluarga.

Menjaga kelestarian hutan adat sebagai warisan untuk generasi mendatang. Tradisi seperti ini menjadi simbol kuat bagaimana masyarakat Desa Penyarang menjaga harmoni antara sesama manusia, leluhur, dan clam sekitar melalui berkah musim buah. (*)

Berita Terkait