
ARAHAN : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memberikan arahan saat memimpin apel di DPUTR Ketapang, Rabu (29/4).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membuat akun media sosial. Selain untuk mempublikasi kinerja, media sosial tersebut juga dijadikan mata dan telinga untuk mendengar masukan dan kritikan dari masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Alex saat memimpin apel pagi di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Rabu (29/4). “Saya mengajak seluruh jajaran untuk tidak lagi bekerja dalam senyap, melainkan mulai merangkul transparansi digital sebagai bagian dari dedikasi pelayanan,” kata Alex.
Dia menegaskan, kehadiran pemerintah harus dirasakan sebelum masyarakat mengeluh. “Saya mendorong bidang Bina Marga dan Sumber Daya Air di Dinas PUTR untuk mengedepankan kerja preventif, seperti normalisasi drainase sebelum musim penghujan tiba. Ini sebagai bentuk pelayanan yang proaktif, bukan sekadar reaktif. Bekerjalah tanpa menunggu laporan, karena kepedulian adalah pelayanan terbaik,” ujarnya.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Alex menyoroti pentingnya membangun jembatan komunikasi melalui media sosial. “Saya menginstruksikan setiap OPD untuk memiliki kanal informasi yang aktif dan informatif. Di era ini, media sosial bukan lagi hobi, melainkan kewajiban instansi untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat secara real-time,” ungkapnya.
Dia memberikan jaminan ketenangan bekerja bagi para aparatur dengan menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan intervensi dalam aspek teknis pekerjaan. Kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang bagi para ahli di bidangnya agar dapat bekerja secara optimal dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Saya memberikan kepercayaan penuh. Silakan bekerja sesuai aturan. Yang utama adalah profesionalitas, kehati-hatian, dan integritas. Jangan ada ruang untuk bermain-main dalam pekerjaan,” tegasnya.
Alex juga mengingatkan bahwa dedikasi yang tulus akan senantiasa mendapatkan apresiasi, sementara profesionalisme adalah harga mati dalam membangun Ketapang yang lebih maju dan mandiri. (*)
