6 Pasien Corona di Ketapang Sembuh, Rustami: Kami Serius Tangani Mereka

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami.

KETAPANG, MENITNEWS.id – Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Ketapang kembali menurun, pasalnya terdapat 4 pasien
positif di Ketapang yang dinyatakan sembuh setelah hasil tes swab dinyatakan negatif. Hingga saat ini terdapat 6 pasien positif yang dinyatakan sembuh di Ketapang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa hari ini untuk Kalbar terdapat 5 kasus konfirmasi posirif yang dinyatakan sembuh sesuai hasil tes swab di Balitbangkes Jakarta dan Laboratorium Universitas Tanjungpura (Untan).

“2 kasus sembuh klaster jamaah tabligh asal Ketapang dan 3 kasus dari Pontianak. Jadi untuk Ketapang dari 21 kasus positif sudah ada 6 orang yang dinyatakan sembuh,” katanya, Sabtu (6/6/2020).

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami mengatakan saat ini telah terdapat 6 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh setelah dua berturut-turut hasil swab dinyatakan negatif.

“Total sudah 6 orang sembuh, yang pertama pasien dari nanga tayap, kemudian dari marau dan kemarin (Jumat-red) dan hari ini (Sabtu-red) ada 4 orang yang dinyatakan sembuh,” katanya Sabtu malam.

Rustami menerangkan, 4 orang yang baru dinyatakan sembuh tersebut merupakan klaster jamaah tabligh di Malaysia diantaranya pasien kasus 05 seorang perempuan berusia 34 Tahun berasal dari Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan, pasien kasus 07 seorang laki-laku usia 60 Tahun berasal dari Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan, pasien kasus 08 laki-laki usia 61 Tahun berasal dari Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong serta pasien kasus 011 seorang anak perempuan berusia 2 Tahun berasal dari Kelurahan Kauman Kecamatan Benua Kayong.

“Keempatnya hari senin akan kita pulangkan dan mereka saat ini sudah dipindahkan tidak lagi diruangan untuk pasien positif,” terangnya.

Rustami menambahkan, untuk 15 pasien positif lainnya saat ini masih menjalani perawatan dan isolasi sembari menunggu hasil tes swab untuk memastikan apakah mereka sudah terbebas dari virus corona atau belum.

“Jadi kita sangat serius menangani mereka, kenapa waktunya lama karena proses menunggu swab memakan waktu lama, terlebih prosedur kesehatan untuk menyatakan pasien sembuh harus melalui dua kali tes swab secara berturut-turut jadi jika pasien itu tes swab pertama negatif kemudian kedua positif maka belum bisa dikatakan sembuh dan harus dilakukan tes swab kembali, jadi harus dipahamai seperti itu protapnya,” tegasnya. (tb)

Berita Terkait