
KETAPANG, MENITNEWS.id – Beberapa desa di wilayah Kecamatan Muara Pawan saat ini sedang dilanda banjir. Banjir terjadi lantaran air sungai meluap akibat curah hujan yang cukup tinggi. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang dapat mengalokasikan anggaran khusus guna membantu warga yang terkena banjir musiman tersebut.
Lazwardi (40) Warga Desa Ulak Medang, Kecamatan Muara Pawan yang kerap dilanda banjir musiman mengatakan, dalam kurun waktu satu bulan belakangan sudah empat kali desanya dilanda banjir.
“Kemarin sempat surut, namun pas Sabtu (1/2/2020) malam airnya naik lagi, bahkan ketinggian ada yang mencapai 1,2 meter,” ungkapnya, Minggu (2/2/2020).
Ia melanjutkan, banjir sendiri disebabkan luapan air sungai dari wilayah Sandai, Laur dan Tayap akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan beberapa desa seperti Desa Ulak Medang, Tanjung Pasar, Mayak, Tanjungpures, dan beberapa wilayah mengalami banjir. Bahkan jika curah hujan tinggi kerap terjadi dalam satu tahun banjir bisa melanda lebih dari satu kali.
“Banjir ini setiap tahun pasti terjadi, namun ketinggian sampai seperti ini jarang biasanya tiga atau lima tahun sekali,” terangnya.
Ia berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dapat mengalokasikan biaya bencana tak terduga ke beberapa desa yang berdampak banjir musiman ini, agar ketika terjadi banjir bantuan dapat segera terealisasi mengingat banyak warga yang mengalami kerugian akibat banjir.
“Tak cuma akses terganggu, banjir menyebabkan kerugian tanaman seperti padi dan lainnya. Kita berharap ada alokasi dana khusus untuk wilayah kerap banjir termasuk di desa kami karena ditempat kami jarang dapat bantuan mungkin karena dianggap sudah terbiasa banjir,” tukasnya. (eo).
