Dinkes Ketapang Tegaskan Tidak Ada Kasus Positif HIV/AIDS pada Skrining di Pasar Rangga Sentap

KETAPANG, MENITNEWS.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait ditemukannya kasus positif HIV/AIDS dalam kegiatan skrining di kawasan Pasar Rangga Sentap tidak sesuai dengan data resmi yang dimiliki.

‎Kegiatan penjaringan atau skrining tersebut dilakukan pada Rabu malam, 14 Januari 2026, di kawasan Pasar Rangga Sentap, Kecamatan Delta Pawan, dengan sasaran lokasi yang dinilai memiliki kerentanan terhadap penularan penyakit menular seksual.

‎Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Khairul Bahri T., menegaskan bahwa hasil skrining tidak menunjukkan adanya kasus positif HIV/AIDS.
‎“Tidak ada yang reaktif HIV/AIDS. Yang ada adalah tiga orang reaktif sifilis, bukan HIV/AIDS,” tegas dr. Khairul.

‎Ia menjelaskan bahwa status reaktif tidak bisa langsung diartikan sebagai positif, karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium.
‎“Reaktif itu belum tentu positif, karena perlu dilakukan pengecekan lanjutan ke lab. Data yang kami miliki juga tidak sesuai dengan informasi yang beredar, karena tidak ada yang positif HIV/AIDS, hanya reaktif sifilis,” jelasnya.

‎Menurutnya, ketiga orang yang dinyatakan reaktif sifilis tersebut seluruhnya berjenis kelamin perempuan.
‎Lebih lanjut, dr. Khairul menyampaikan bahwa skrining ini bertujuan untuk memutus rantai penularan penyakit menular, sekaligus sebagai deteksi dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tidak berlanjut.
‎“Tujuan skrining ini adalah deteksi dini dan pencegahan. Jangan sampai berkelanjutan dan terlambat ditangani, karena jika semakin terlambat pengobatan akan lebih sulit,” ujarnya.

‎Setelah skrining dan ditemukan hasil reaktif, Dinas Kesehatan bersama puskesmas akan melakukan langkah lanjutan berupa intervensi, yang meliputi pengawasan, pengobatan, serta pemantauan secara berkala.
‎“Jika dinyatakan reaktif, langsung kami lakukan intervensi berupa pengawasan, pengobatan, dan pemantauan,” pungkasnya. (mr)

Berita Terkait

Leave a Comment