
KETAPANG, MENITNEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama Polres Ketapang menggelar rapat koordinasi terkait penanganan kasus teror yang terjadi di Kecamatan Air Upas. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Bupati Ketapang, Selasa (07/04/2026).
Rapat ini menjadi langkah serius pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam merespons rangkaian kejadian yang meresahkan masyarakat, mulai dari pembakaran pondok, penembakan menggunakan senjata angin, hingga pembakaran alat berat yang terjadi sejak Februari 2025 hingga April 2026.
Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam menangani kasus tersebut. Di antaranya melalui penyelidikan, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi.
Selain itu, Polres Ketapang juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan, membentuk tim khusus untuk penjagaan dan pengintaian, serta menurunkan anjing pelacak dalam proses pencarian pelaku.
“Upaya lainnya juga kami lakukan seperti penyisiran dan pencarian terhadap terduga pelaku, menerbitkan daftar pencarian orang (DPO), serta melaksanakan patroli rutin dan dialogis di wilayah terdampak,” jelasnya.
Diketahui, total terdapat 37 kejadian yang terjadi di Desa Petuakan dan Desa Gahang. Rinciannya meliputi 30 kasus pembakaran pondok, 4 kasus penembakan, 2 kasus pembakaran alat berat, serta 1 kasus pencurian. Kejadian-kejadian tersebut umumnya berlangsung pada malam hari, antara pukul 18.30 hingga 01.00 WIB.
Dalam proses penanganannya, Sat Reskrim Polres Ketapang juga telah mengamankan dua orang pelaku yang telah menjalani proses hukum dan dijatuhi vonis. Namun demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap kemungkinan pelaku lainnya.
Kapolres juga menyoroti pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Menjaga keamanan dan ketertiban itu dimulai dari desa. Kita semua harus saling memiliki peran dan mengoptimalkan peran masing-masing,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa Polres Ketapang berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Kecamatan Air Upas.
Sementara itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan mengambil langkah aktif dalam mendukung penanganan kasus tersebut. Ia menegaskan komitmen Pemda untuk bersinergi dengan pihak kepolisian guna menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami akan berperan aktif agar ada progres dalam penanganan kasus ini, sekaligus mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Polres Ketapang,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Saya dan jajaran pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada Kecamatan Air Upas. Kita jaga Ketapang ini bersama-sama,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan dinas-dinas terkait untuk memberikan pendampingan kepada para korban terdampak, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
Dalam menghadapi situasi ini, ia menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.
“Untuk menghadapi kasus ini, kita perlu kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat,” tutupnya.(mr)
