
OPERASI PASAR : Ratusan tabung gas LPG 3 kilogram disiapkan untuk operasi pasar murah di Kecamatan Benua Kayong, Kamis (5/3).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Pemerintah Kabupaten Ketapang menggelar operasi pasar murah untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Tuan-Tuan, Kecamatan Benua Kayong, Kamis (5/3).
Operasi pasar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Ketapang. Kegiatan dibuka oleh Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Syamsul Islami.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan ratusan paket sembako berisi beras, minyak goreng, dan gula pasir dengan harga Rp90.000 per paket. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli LPG 3 kilogram dengan harga Rp18.500 per tabung sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Syamsul mengatakan operasi pasar murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Melalui operasi pasar murah ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mengantisipasi potensi kenaikan harga selama Ramadan dan menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Sejak pagi, warga Kelurahan Tuan-Tuan dan sekitarnya antusias memadati lokasi kegiatan untuk mendapatkan paket sembako dan LPG bersubsidi.
Salah satu warga, Indro Sugianto (29), memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli LPG 3 kilogram dengan harga lebih terjangkau.
“Lebih murah beli gas melon di operasi pasar ini, per tabung Rp18.500. Kami berharap harga gas melon di Ketapang juga bisa sesuai dengan HET yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, Polsek Benua Kayong menerjunkan enam personel guna membantu mengatur arus lalu lintas dan mengurai antrean warga.
Kapolsek Benua Kayong, IPDA Chepry Perahera, mengatakan pengamanan dilakukan agar kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
“Alhamdulillah operasi pasar berjalan kondusif. Kami menerjunkan enam personel untuk mengurai arus lalu lintas, antrean, serta membantu warga mengangkat sembako ke kendaraan,” ujarnya. (*)
