Bupati Tancapkan Tiang Listrik Pertama di Tanjung Lambai

Teks foto
TIANG LISTRIK PERTAMA : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, ikut menancapkan langsung tiang listrik pertama di Dusun Tanjung Lambai, Desa Senduruhan, Kecamatan Hulu Sungai, Minggu (1/3).

HULU SUNGAI, MENITNEWS.id – Harapan masyarakat Dusun Tanjung Lambai, Desa Senduruhan, Kecamatan Hulu Sungai, untuk menikmati aliran listrik akhirnya mulai menemui titik terang.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Hulu Sungai, Bupati Ketapang, Alexader Wilyo, memimpin penancapan tiang listrik pertama di desa tersebut.

Suasana khidmat dan meriah menyelimuti Dusun Tanjung Lambai saat bupati dan rombongan tiba. Kedatangannya disambut hangat dengan prosesi adat setempat dan atraksi pencak silat yang memukau.

Ini merupakan bentuk penghormatan luar biasa dari masyarakat terhadap kepala daerah pertama yang secara resmi menginjakkan kaki di tanah mereka, sebuah kehormatan yang sangat saya hargai.

Keakraban semakin terasa saat waktu berbuka puasa tiba. Bertempat di Masjid Al-Hidayah, satu-satunya pusat peribadatan umat Islam di dusun tersebut, bupati melebur bersama warga dalam kesederhanaan.

Duduk melingkar di atas hamparan permadani, dia berdialog santai mengenai kondisi ekonomi dan infrastruktur desa sambil menikmati hidangan buka puasa bersama.

“Sebagai bentuk kedekatan tanpa sekat, saya memilih untuk menginap satu malam di rumah salah satu warga, mendengarkan langsung aspirasi mereka hingga larut malam,” ungkap Alex.

Keesokan paginya, sejarah kembali tercipta. Bersama tim PLN dan masyarakat, bupati turun langsung bergotong royong menancapkan tiang listrik pertama di dusun tersebut.

Tanpa ragu, Alex turut memegang dan mengangkat tiang besi bersama warga, menandai berakhirnya masa-masa gelap tanpa akses listrik bagi warga Tanjung Lambai.

“Kehadiran saya di sini bukan sekadar kunjungan formal. Saya ingin merasakan langsung denyut kehidupan warga. Penyambutan dengan adat dan pencak silat di Masjid Al-Hidayah ini adalah bukti kekayaan budaya dan kerukunan kita yang luar biasa,” ujar Alex.

Sebagai puncak dari rangkaian kunjungan tersebut, Alex melakukan penandatanganan prasasti di atas papan kayu yang sangat ikonik. Penandatanganan di media kayu ini menjadi simbol bahwa kehadiran pimpinan daerah dan komitmen pembangunan telah “terpahat” kuat di jantung dusun tersebut, sekaligus menjadi dokumentasi sejarah kehadiran Bupati pertama di sana.

Sebelum berpamitan, Alex juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim dan warga kurang mampu sebagai wujud kepedulian sosial pemerintah.

“Kunjungan ini untuk memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, merasakan manfaat nyata dari pembangunan daerah,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait