
TINJAU PASIEN : Sekda Ketapang, Repalianto, meninjau dan memotivasi pasien yang akan menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit.
KETAPANG, MENITNEWS.id – Sebanyak 25 anak menjalani operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Agoesdjam Ketapang, Sabtu (14/2). Mereka berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Ketapang.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh RSUD Dr. Agoesdjam bekerja sama dengan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) Bandung, Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, dan Smile Train Indonesia serta didukung sejumlah pihak.
Kegiatan ini sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata untuk seluruh masyarakat.
Sekda Ketapang, Repalianto, mengapresiasi kepada RSUD dr. Agoesdjam Ketapang atas penyelenggaraan kegiatan ini. “Terima kasih atas kerja sama dan kontribusi nyata dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Ketapang,” ungkap Repal.
Dia mengatakan celah bibir dan celah langit-langit merupakan kelainan bawaan yang dapat menimbulkan berbagai dampak, baik dari sisi kesehatan, tumbuh kembang, maupun aspek sosial dan psikologis penderitanya.
Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial ini memiliki nilai strategis dan kemanusiaan yang sangat tinggi, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses dan kemampuan ekonomi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pasien serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Ketapang,” harapnya.
Repal juga berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar, aman, dan memberikan hasil yang optimal, serta menjadi contoh praktik baik dalam pelayanan kesehatan berbasis kemitraan dan kepedulian sosial.
“Kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini, saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga segala ikhtiar yang dilakukan mendapat rida Tuhan yang maha esa dan membawa manfaat bagi masyarakat luas,” ucapnya.
Direktur RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Basaria Rajagukguk, mengatakan rangkaian kegiatan ini berlangsung selama tiga hari mulai 13 sampai 15 Februari 2026. Jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 27 orang. Namun, peserta yang sesuai indikasi medis adalah sebanyak 25 orang.
“Peserta ini berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ketapang. Terjauh dari Kecamatan Manis Mata, Air Upas, dan Sandai. Sedangkan yang terdekat dari dalam kota Ketapang,” jelasnya.
Basaria berharap kegiatan bakti sosial ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi semua untuk senantiasa menebarkan kepedulian, kasih sayang, dan semangat gotong royong demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Sementara itu, Ketua Yayasan YPPCBL Bandung, Mantra Nandini, mengatakan kegiatan bakti sosial ini sebenarnya sudah cukup lama berjalan di Kabupaten Ketapang
“Saya sendiri sudah 4 kali datang kesini. Pernah juga kita adakan di Rumah Sakit Fatima. Tentu saja kegiatan ini akan berjalan baik dan lancar jika didukung oleh pemerintah daerah,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang yang selalu berkontribusi di dalam membantu pelaksanaan kegiatan ini.
“Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian kita bersama, karena banyak dari keluarga penderita ini yang kurang beruntung. Selain itu akses yang sulit dicapai dan kurangnya informasi. Oleh sebab itu, saya mengajak semuah pihak agar memberikan informasi terkait kegiatan-kegiatan ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara RSUD dr. Agoesdjam dengan YPPCBL Bandung. (*)
