
BANTUAN : Wabup Ketapang, Jamhuri Amir, menyerahkan bantuan dari IDI kepada penyandang disabilitas, Rabu (11/2).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ketapang periode 2025–2028, dilantik, Rabu (11/2). Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, unsur Forkopimda Ketapang, Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, jajaran organisasi profesi, direktur rumah sakit, serta dokter umum dan dokter spesialis se-Ketapang.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua IDI Wilayah Kalimantan Barat, Muhammad Wahyu Utomo. Dalam struktur kepengurusan yang baru, dr. Juhendro resmi menjabat sebagai Ketua IDI Cabang Ketapang, didampingi jajaran pengurus yang terdiri dari dewan pertimbangan, dewan pakar, serta berbagai bidang organisasi.
Sebelum pelantikan, panitia bersama IDI Wilayah Kalimantan Barat dan berbagai organisasi profesi melaksanakan kegiatan sosial pada 10–11 Februari 2026. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, penyerahan alat bantu bagi penyandang disabilitas, pemeriksaan USG, penyuluhan, pemeriksaan dan skrining kusta serta skabies, edukasi kesehatan, dan seminar awam oleh POGI Wilayah Kalimantan Barat.
Seluruh kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian profesi dokter kepada masyarakat Ketapang. Kegiatan Pelantikan ini dirangkai dengan pengesahan Pengurus Ikatan Istri Dokter Indonesia cabang Ketapang (IIDI).
Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus IDI yang baru dilantik. “Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ungkap Jamhuri.
Dia menegaskan bahwa profesi dokter merupakan officium nobile atau profesi yang mulia. Untuk mencetak seorang dokter, terlebih dokter spesialis, membutuhkan waktu panjang dan biaya yang tidak sedikit.
“Tenaga medis adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan para dokter. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus menjaga, merawat, dan memperhatikan kesejahteraan tenaga medis,” tegasnya.
Dia juga mengakui bahwa pelayanan kesehatan di Kabupaten Ketapang saat ini terus mengalami perbaikan. Stigma negatif terhadap rumah sakit daerah yang sempat muncul beberapa tahun lalu kini perlahan mulai berubah berkat pelayanan yang semakin prima.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap IDI dapat menjadi wadah komunikasi dan penyalur aspirasi para dokter. Komunikasi yang baik antara organisasi profesi dan pemerintah dinilai sangat penting agar kebijakan yang diambil tepat sasaran.
“Kalau tidak ada komunikasi dan diskusi, kami tidak akan tahu apa saja kendala di lapangan. Kami terbuka untuk masukan demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan,” paparnya.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmennya untuk memperhatikan hak-hak tenaga medis sesuai regulasi, termasuk dukungan fasilitas dan sarana penunjang yang memadai.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan IDI Cabang Ketapang semakin solid, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Ketapang. (*)
