
AMBIL RAPOR : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengambil rapor milik putrinya di SDN 07 Delta Pawan, Jumat (19/12).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mendukung program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR). Hal ini ditunjukkan saat dirinya mengambil rapor milik salah satu anaknya yang bersekolah di SD Negeri 07 Delta Pawan.
Alex mengatakan, kedatangannya ke sekolah bukan dalam kapasitas sebagai kepala daerah, melainkan sebagai kepala keluarga sekaligus ayah dari Amethya Rashi Gloria. “Saya ingin memastikan langkah kecil anak kami tetap berada di jalur yang tepat,” kata Alex, Jumat (19/12).
Alex mengaku senang ketika melihat senyum dari wajah sang anak yang hari itu menerima rapor hasil belajarnya. Senyum polosnya saat memegang kertas berisi nilai menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak semata angka, melainkan proses panjang membentuk karakter, kepercayaan diri, dan rasa tanggung jawab sejak dini.
Menurut Alex, kehadiran di sekolah bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah bentuk dukungan nyata, bahwa anak tidak berjalan sendiri dalam proses belajarnya.
“Sebagai ayah, saya ingin selalu hadir, memberi dukungan, dan memastikan anak merasa dihargai atas setiap usaha yang ia lakukan,” ungkap Alex.
Momen sederhana itu juga menyentuh sisi lain perannya sebagai Bupati Ketapang. Di balik status dan tanggung jawab publik, dia menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia dimulai dari keluarga. Dari ruang kelas sederhana, dari perhatian orang tua, para guru dan dari lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pengalaman tersebut semakin meneguhkan komitmennya untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Ketapang mendapatkan akses pendidikan yang adil dan berkualitas.
“Sebab, masa depan daerah ke depan ini bertumpu pada generasi yang hari ini masih duduk di bangku sekolah,” tuturnya.
Melalui GEMAR, Alex mengajak para ayah untuk meluangkan waktu hadir di sekolah anak-anak mereka. Kehadiran itu mungkin singkat, tetapi dampaknya besar bagi psikologis dan semangat belajar anak.
“Sekecil apa pun peran kita, kehadiran seorang ayah akan selalu berarti bagi masa depan anak,” pesannya.
Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah. Ketiganya harus berjalan seiring, saling menguatkan, demi melahirkan generasi penerus Ketapang yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter.
“Tanggung jawab seorang ayah bukan hanya mencari nafkah, tetapi juga hadir, mendampingi, dan menyiapkan masa depan anak dengan penuh cinta,” ujarnya. (*)
