Ketapang-Sukamara Segera Terhubung Melalui Manis Mata

Teks foto
TINJAU : Bupati Ketapang dan Bupati Sukamara, Alexander Wilyo, dan Masduki, meninjau lokasi rencana pembangunan jalan yang akan menghubungkan dua daerah tersebut, Senin (13/10).

KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau langsung rencana pembangunan jalan akses dan jembatan penghubung antara Kecamatan Manis Mata, Ketapang, Kalimantan Barat dengan Sukamara, Kalimantan Tengah, Senin (13/10). Jalan tersebut berada di Desa Sukaramai, Kecamatan Manis Mata.

Alex mengatakan, saat ini pemerintah daerah sedang memproses izin pinjam pakai kawasan hutan untuk membuka koridor jalan sepanjang 1,7 kilometer dengan lebar 25 meter.

Ruas jalan tersebut diketahui berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang memerlukan izin dari pemerintah pusat.

“Kami sedang mengurus pinjam pakai kawasan karena ada sekitar 1,7 kilometer jalan akses yang berada di kawasan hutan produksi terbatas. Saat ini kami juga menunggu izin lingkungan. Setelah itu, akan dilakukan penetapan tapal batas kawasan hutan oleh Kementerian Kehutanan,” kata Alex.

Alex menjelaskan, setelah seluruh proses perizinan selesai, pembangunan jalan akses tersebut akan segera dimulai. Pembangunan ini akan melibatkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari empat perusahaan besar yang beroperasi di sekitar wilayah Sukaramai, yaitu Cargill Group, Sampoerna Group, IOI Group, dan PT MSL.

“Kolaborasi atau gotong royong dengan perusahaan ini nanti akan melakukan pembangunan akses jalan ini, semoga semua tahapan yang sedang kita proses diperlancar,” ungkap Alex.

Menurutnya, kehadiran jalan akses Jambi–Sukaramai–Sukamara sangat penting untuk memperlancar konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas barang dan orang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Setelah izin pinjam pakai kawasan selesai, kita akan langsung memulai pembangunan jalan akses Jambi–Sukaramai–Sukamara,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Ketapang menargetkan, dengan dukungan lintas sektor, proyek ini dapat segera terealisasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat konektivitas antarprovinsi di wilayah selatan Kalimantan Barat. (*)

Berita Terkait