
TANCAPKAN TIANG : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, didampingi Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, menancapkan tiang pertama pembangunan Jalan Pelang-Kepuluk, Selasa (12/8).
KETAPANG, MENITNEWS.id – Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi memulai pengerjaan perbaikan ruas Jalan Pelang-Kupulul, Selasa (12/8). Dimulainya pembangunan ini ditandai dengan pemancangan tiang pertama yang dihadiri Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan jajaran Forkopimda Ketapang.
“Sejarah pembangunan Ketapang adalah sejarah tentang perjuangan bersama. Dari jalan setapak di pedesaan hingga jalur penghubung antarwilayah, setiap pijakan yang kita buat adalah wujud harapan agar Ketapang tidak hanya berkembang, tetapi juga berdiri setara dengan daerah maju lainnya,” ungkap Alex saat meluncurkan pembangunan jalan tersebut.
Dia menjelaskan, peluncuran pembangunan ruas Jalan Pelang-Kepuluk merupakan bagian nyata dari visi pembangunan berkeadilan.
“Ini bukan hanya untuk membangun fisik jalan, tetapi juga memperkokoh semangat gotong royong antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat,” kata Alex.
Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur tidak selalu bergantung pada APBD. Dengan kolaborasi strategis melalui program CSR, percepatan pembangunan dapat dicapai, tanpa meninggalkan prinsip keberlanjutan dan pemerataan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di lokasi awal pembangunan jalan, bupati dan jajaran Forkopimda menjalani prosesi adat tepung tawar sebagai penghormatan pada budaya lokal dan doa keselamatan bagi seluruh proses pengerjaan pembangunan fisik jalan.
Tahun ini, fokus pengerjaan difokuskan pada titik rusak berat dari kilometer 3 hingga kilometer 23, terutama spot yang belum tertangani tahun sebelumnya.
Pekerjaan dibagi dalam enam segmen dan akan dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan berkomitmen seperti BGA, Sinarmas, Cargill, WHW, dan lainnya. Tahap kedua juga telah direncanakan untuk normalisasi saluran kanan-kiri jalan sepanjang 9 kilometer.
“Ada 157 perusahaan dari sektor perkebunan, kehutanan, dan pertambangan telah menyatakan dukungan, hasil dari pertemuan yang saya pimpin bersama Wakil Gubernur Kalbar di Jakarta beberapa waktu lalu,” papar Alex.
“Kita tinggal di tanah yang sama, menghirup udara yang sama, dan menikmati hasil bumi yang sama. Maka sudah sepatutnya kita membangun Ketapang bersama,” lanjutnya.
Alex berterima kasih kepada seluruh perusahaan yang menunjukkan komitmennya. Menurutnya, ini bukan kegiatan sekali jalan, tetapi akan menjadi agenda tahunan selama saya memimpin Ketapang.
Dia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga kualitas hasil pembangunan ini, termasuk memperhatikan tonase kendaraan selama masa pengerjaan agar jalan dapat bertahan lama.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh perusahaan yang berkontribusi akan diundang pada malam hiburan rakyat pada 18 Agustus 2025, sekaligus menerima piagam penghargaan resmi dari Pemerintah Kabupaten Ketapang.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap, pembangunan jalan ini tidak hanya meningkatkan konektivitas wilayah, tetapi juga menjadi urat nadi ekonomi yang mendukung kemajuan dan kemandirian,” harap Alex. (*)
