Ketapang Siap Hadapi Kemarau Tanpa Karhutla

Teks foto
APEL GABUNGAN : Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (4/8).

KETAPANG, MENITNEWS.id – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memimpin apel gabungan kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (4/8) pagi. Meski sempat diguyur hujan, apel yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Ketapang ini berjalan lancar.

Alex mengatakan, turunnya hujan deras ini seolah mengirimkan pesan alam, bahwa perjuangan menjaga hutan bukan hanya urusan manusia, tetapi kehendak semesta. “Derasnya hujan tak menyurutkan langkah kami,” ungkap Alex usai apel.

Menurutnya, hujan yang turun bukan hambatan, melainkan pengingat akan anugerah dan tantangan yang menyatu dalam tugas mulia menjaga alam. “Ini bukan hanya apel kesiapsiagaan, tetapi juga pernyataan hati, bahwa Ketapang tidak akan tinggal diam menghadapi karhutla,” ungkapnya.

Apel ini diikuti jajaran Forkopimda, BPBD, Manggala Agni, BNPB, BKSDA, Balai Taman Nasional Gunung Palung, Relawan Api, PMI, organisasi sosial seperti The Power of Mama dan IARI, serta berbagai perusahaan yang beroperasi di Ketapang.

“Apel ini menjadi simbol komitmen kuat Kabupaten Ketapang dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau 2025. Undangan resmi telah saya keluarkan pada 31 Juli 2025 sebagai wujud seruan tanggap bencana yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

“Karhutla tak hanya melukai hutan, tapi juga merampas napas rakyat. Karena itu, kita tidak boleh lengah. Respon cepat, kerja lintas sektor, dan keterlibatan masyarakat adalah senjata utama kita,” tegasnya.

Alex juga menekankan pentingnya peran aktif kecamatan dan desa dalam melakukan deteksi dini, patroli terpadu, serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Dengan semangat kebersamaan, sinergi lintas sektor, dan kesadaran kolektif, saya optimistis Kabupaten Ketapang akan mampu melalui musim kemarau ini dengan lebih tangguh, lebih waspada, dan lebih siap. Karena menjaga hutan bukan sekadar tugas, tapi warisan untuk anak cucu,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Ketapang, Achmad Sholeh, yang hadir dalam apel tersebut menyampaikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan secara sembarangan.

Dia menegaskan bahwa pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab bersama. “Saya selaku Ketua DPRD mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan. Keamanan Karhutla ini sangat penting. Jangan sampai masyarakat membakar lahan sembarangan hingga menimbulkan kabut asap yang bisa mengganggu kualitas udara kita,” tegasnya.

Sholeh juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari masyarakat, perusahaan, hingga pemerintah daerah, untuk saling bersinergi menjaga kelestarian hutan. “Mari kita sama-sama jaga hutan kita agar tetap lestari. Kita harus bertindak dari sekarang sebelum bencana benar-benar terjadi,” ujarnya. (*)

Berita Terkait