
TUTUP PAGELARAN SENI : Bupati Ketapang, Martin Rantan, menghadiri sekaligus menutup acara Pagelaran Seni Budaya Ikkramat 2024, Sabtu (16/11) malam.
KETAPANG, MENITNEWS.id – Pagelaran Seni Budaya Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) 2024, resmi ditutup. Acara yang berlangsung sejak 9 November lalu, secara resmi ditutup oleh Bupati Ketapang, Martin Rantan, Sabtu (16/11) malam
Martin mengatakan, acara yang berlangsung di halaman Keraton Matan Tanjungpura Muliakerta ini merupakan momen yang sangat berharga. Tidak hanya sebagai bentuk pelestarian seni budaya, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat silaturrahmi, memperkuat jati diri, dan menanamkan nilai-nilai luhur kebudayaan kepada generasi muda.
Dia menjelaskan, pagelaran seni budaya ini memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Ketapang. “Sebagai daerah yang kaya akan keberagaman budaya, Ketapang telah lama menjadi rumah bagi berbagai tradisi dan seni yang diwariskan oleh leluhur kita, termasuk yang berasal dari Kerajaan Matan Tanjungpura,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat telah menyaksikan beragam pertunjukan seni budaya Melayu. Semua ini adalah bukti nyata kekayaan budaya yang dimiliki yang harus terus dijaga dan kembangkan.
“Saya percaya bahwa kekayaan budaya ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ketapang, tetapi juga dapat menjadi aset penting untuk membangun Ketapang yang lebih maju di masa depan,” ungkapnya.
Martin juga mengatakan, pagelaran seni budaya seperti ini telah membuktikan bahwa budaya mampu menjadi alat pemersatu keberagaman, masyarakat.
“Kita mampu dalam merajut kebersamaan, menghormati perbedaan dan saling memperkuat satu sama lain. Selain itu, di era saat ini budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar,” paparnya.
Martin juga memberikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, pelaku seni, dan semua pihak yang telah berkontribusi,” ucap Martin.
Martin berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Dia meminta pagelaran seni budaya ini harus menjadi agenda tahunan yang terus diperbaiki dan dikembangkan, agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dan merasakan manfaatnya.
“Saya ingin mengingatkan kepada kita semua untuk terus melibatkan generasi muda dalam pelestarian budaya. Mereka adalah penerus perjuangan kita, dan merekalah yang akan menjaga keberlanjutan warisan luhur ini,” pesannya. (*)