Sekda Pastikan Penggunaan Dana Covid-19 Sesuai Ketentuan

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ketapang, Farhan.

KETAPANG, MENITNEWS.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Ketapang menegaskan akan menggunakan dana refocusing penanganan pandemi Covid-19 sesuai peruntukan. Dana tersebut bisa bertambah dan dikembalikan ke anggaran daerah sesuai dengan kondisi pandemi ini.

Sekeretaris Daerah (Sekda) Ketapang, Farhan membenarkan adanya penambahan dana refocusing dan realokasi anggaran yang diperuntukan untuk penanganan tiga dampak pandemi Covid-19 di Ketapang dari sebelumnya Rp 47,1 Miliar.

“Penambahan anggaran tersebut berdasarkan petunjuk dari Pemerintah Pusat melalui peraturan kementrian keuangan yang diharuskan setiap daerah untuk merefocusing atau realokasi anggaran belanja barang dan jasa serta belanja modal yang dikurangi 50%,” ungkapnya, Selasa (9/6/2020).

Atas dasar tersebut, kemudian dilakukan refocusing sehingga tiga dampak yakni kesehatan, sosial dan ekonomi yang awalnya senilai Rp 47,1 Miliar otomatis bergerak naik hal tersebut lantaran dana refocusing tidak mungkin semuanya disimpan di belanja tidak tertuga.

“Jadi supaya bisa terfokus maka penambahan tidak hanya di belanja tidak terduga tetapi juga di tiga dampak seperti kesehatan, ekonomi dan sosial tersebut,” katanya.

Farhan menerangkan, untuk tiga dampak tersebut dialokasikan di beberapa dinas seperti anggaran dampak kesehatan masyarakat di Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit yang diperuntukan misalkan untuk biaya perawatan pasien, renovasi rumah sakit, dampak sosial di Dinas Sosial serta dampak ekonomi dibeberapa dinas terkait lainnya.

“Anggaran tersebut disusun untuk keperluan kebutuhan tiga dampak selama tiga bulan ke depan namun anggaran tersebut tidak final bisa tetap, naik bahkan turun menyesuaikan dengan kondisi pandemi ini. Contohnya jika pandemi terus berlanjut atau semakin parah melebihi perencanaan maka anggaran bisa naik namun jika beberapa hari atau pekan ke depan kondisi sudah membaik maka kita akan lakukan perubahan anggaran maka pada saat menyusun perubahan anggara maka akan kit kembalikan lagi pada perubahan anggaran yang diperkirakan akan dilakukan Agustus atau September mendatang,” akunya.

Farhan menjelaskan, pengembalian anggaran sesuai dengan sisa anggaran yang ada di masing-masing dinas yang menangani tiga dampak pandemi, contohnya di dampak kesehatan masyarakat misalkan dianggarkan 50 Miliar namun yang terserap hanya 10 Miliar hingga kondisi pandemi membaik maka sisa anggaran yang tidak terserap itu yang akan digeser pada anggaran perubahan.

“Prinsipnya nanti kita akan lihat jika masuk pada perubahan anggaran jika bisa di Agustus bisa dilakukan maka kebutuhan-kebutuhan pembangunan yang lain jika kondisi sudah bagus maka kita kembalikan,” terangnya. (tb)

Berita Terkait