
KETAPANG, MENITNEWS.id – Legal Corporate PT. Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park (KIP), Hermawan menerangkan, seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China yang diisolasi di RSUD Agoesdjam telah cukup lama berada di Ketapang, Kalimantan Barat.
Menurut dia, pasien yang berasal dari Kota Henan, China itu sudah di Ketapang sejak 6 November 2019.
“Dia sudah lama berada di Indonesia, sejak Tanggal 6 November 2019 lalu, dan belum ada pulang ke China,” kata Hermawan, Rabu (4/3/2020).
Hermawan menjelaskan, total TKA yang bekerja di PT Ketapang Ecology and Agriculture Forestry Industrial Park (KIP), yang didalamnya terdapat beberapa perusahaan selaku investor yang bekerja diwilayahnya berjumlah 53 orang.
Namun pada Desember 2019, ada yang cuti, sehingga tersisa 23 orang, satu diantaranya adalah pasien.
Memang pada 12 Februari 2020, sebanyak 6 orang TKA asal China masuk kembali ke perusahaan.
Akan tetapi, dipastikan mereka diizinkan masuk setelah melewati proses dan prosedur yang sesuai standar.
“Bahkan kembali dipemeriksa Dinkes Ketapang, dan kondisinya dalam keadaan sehat, termasuk juga pasien termasuk yang diperiksa kesehatan oleh Dinkes Ketapang pada 15 Februari lalu,” ujarnya.
Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Ketapang dihebohkan dengan beredarnya video petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ketapang yang menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap seperti astronot saat menerima seorang pasien yang merupakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di PT. Indonesia Kendawang Industrial Park Teknologi Development, Selasa (3/3/2020) malam.
Video yang beredar tersebut menimbulkan banyak spekulasi bahkan sempat beredar kabar pasien tersebut terinfeksi corona.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Agoesdjam Ketapang, Dr. Feria Kowira mengaku pihaknya saat ini memang sedang menangani pasien yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) China yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) di Ketapang.
“Pasien ini datang ke IGD kita tadi malam dengan kondisi mengalami batuk dan demam selama beberapa hari,” katanya, Rabu (4/3/2020).
Ia melanjutkan, karena diketahui pasien berasal dari luar negeri tepatnya dari China yang sedang bekerja di Ketapang serta memiliki gejala seperti itu maka sesuai prosedur yang ada pihaknya melakukan pelayanan sesuai protap termasuk memberikan pengamanan kepada petugas medis dengan menggunakan alat pelindung diri (APD).
“Kemudian pasien langsung kita isolasi,” terangnya.
Ia menambahkan, sampai sejauh ini dari hasil pemeriksaan termasuk ronsen yang dilakukan dokter radiologo kondisi pasien dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda Pneumonia.
“Keadaan pasien berangsur membaik dan demam sudah menurun. Sampai saat ini masih dugaan dan akan dilakukan pengambilan cairan tenggorokan untuk kemudian dilakukan uji lab,” terangnya.
Untuk itu, ia meminta masyarakat Ketapang untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi-informasi yang tidak benar.
“Kami dari rumah sakit dan dinas terus berkoordinasi dan bersama-sama dalam melakukan penanganan terhadap hal-hal seperti ini,” tutupnya. (Ji)
